Cara Memilih dan Contoh Sertifikat Pendukung Lamaran Kerja

Katanya mencari pekerjaan tu nggak mudah. Orang yang baru lulus kuliah belum tentu akan langsung mendapatkan kerja idaman. Harus bersusah payah dulu melamar ke sana dan ke mari.

Kayak aku beberapa tahun lalu. Begitu lulus, aku langsung menebarkan jala ke banyak perusahaan. Ada beberapa panggilan untuk tes dan interview. Lainnya hilang nggak berkabar. Mungkin ada yang kurang dari berkas lamaran kerja yang kukirimkan atau apa. Ntalah.

Coba deh perhatikan! Beberapa berkas lamaran kerja yang kusiapkan berikut ini:

  1. Surat lamaran kerja,
  2. CV (Curriculum Vitae) atau portofolio,
  3. Fotokopi ijazah dan transkrip nilai,
  4. Fotokopi KTP dan KK,
  5. Pas foto,
  6. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian),
  7. Surat keterangan sehat,
  8. Lampiran surat keterangan pengalaman kerja (kalau ada ya. Bagi fresh graduate mungkin diganti sama berkas berikutnya),
  9. Sertifikat pendukung lamaran kerja

Masalahnya adalah kita nggak tahu sertifikat yang seperti apa yang bisa mendukung untuk melamar pekerjaan. Kadang kita melampirkan sertifikat secara random. Padahal belum tentu perusahaan akan membutuhkan nilai yang ada dalam sertifikatnya.

Cara Memilih Sertifikat Pendukung Lamaran Kerja

Tahu nggak, Gaes? Kita memang perlu melampirkan sertifikat untuk mendukung berkas lamaran kerja yang kita kirimkan. Berharap sertifikat tersebut mampu memberikan penilaian lebih baik pada pihak perusahaan yang kita inginkan.

Hanya saja, kita perlu memilih sertifikatnya dengan seksama. Agar lebih tepat sasaran. Coba deh beberapa cara memilih sertifikat pendukung lamaran kerja sebagai berikut:

1. Pilih Sertifikat yang Menjadi Syarat Utama di Lowongan Kerja

Kadang kala, lowongan pekerjaan (loker) juga mencantumkan syarat khusus terkait sertifikat yang harus kita miliki saat ingin melamar. Biasanya, kalau pekerjaan untuk posisi khusus yang membutuhkan keahlian tertentu. Misal, posisi perpajakan dan lain-lain.

Pastikan kita melampirkan sertifikat yang mereka inginkan ya, Gaes! Ini akan memperbesar peluang kita untuk mendapatkan posisi tersebut lho.

2. Sesuaikan dengan Bidang Pekerjaan yang Ingin Kita Lamar

Beberapa dari para fresh graduate mungkin memiliki banyak sertifikat. Tapi, bukan berarti kita bisa melampirkan semua sertifikat yang kita miliki. Kenapa?

Karena nggak semua sertifikat itu relevan dengan bidang pekerjaan yang ingin kita lamar. Jadi, pastikan kita hanya melampirkan sertifikat yang sesuai ya, Gaes.

3. Tunjukkan Sertifikat yang Menunjang Skill Kita

Ada yang perlu kita ketahui nih tentang sertifikat yang kita lampirkan dalam CV. Yaitu, maksud dan tujuan dari melampirkan sertifikat.

Sebenarnya, kita ingin menunjukkan skill yang kita miliki. Misalnya, kita ingin melamar di posisi perpajakan. Maka, kita perlu menunjukkan brevet pajak.

Dengan begitu, perekrut akan mempertimbangkan lamaran kita untuk mengisi posisi tersebut. Artinya peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan semakin besar.

4. Berikan Sertifikat yang Menunjukkan Prestasi

Kalau fresh graduate baiknya melampirkan sertifikat apa ya? β€˜Kan baru lulus pendidikan. Nggak punya banyak pengalaman kerja.

Tenang saja! Kita bisa kok melampirkan sertifikat yang menunjukkan prestasi yang pernah kita raih. Misalnya, kita pernah mengikuti workshop atau proyek. Kita boleh kok melampirkan sertifikat-sertifikat itu.

Contoh Sertifikat Pendukung Lamaran Kerja

sertifikat pendukung lamaran kerja

Bagusnya memang kita aktif selama masa perkuliahan ya. Karena semakin banyak sertifikat yang kita dapatkan. Maka kita akan semakin punya banyak keahlian dan pengalaman yang mungkin kelak akan kita butuhkan saat mencari kerja.

Hanya saja, kita perlu memperhatikan kembali tentang relevansi sertifikat dengan posisi yang kita impikan. Nggak boleh sembarangan ya!

Coba deh cek contoh-contoh sertifikat pendukung lamaran kerja yang bisa kita lampirkan sebagai berikut:

1. Sertifikat Kepanitiaan

Saat masa perkuliahan, tentu banyak sekali kegiatan kemahasiswaan. Bisa dari jurusan, fakultas atau pun tingkat universitas.

Nah, kita nggak boleh melewatkan peluang untuk menjadi panitia dari kegiatan tersebut ya! Karena biasanya, kita akan mendapatkan sertifikat kepanitiaan yang mungkin bisa kita lampirkan saat mencari kerja.

2. Sertifikat TOEFL dan Sejenisnya

Beberapa loker mencantumkan kemampuan berbahasa asing sebagai salah satu syaratnya. Normalnya, kita harus menunjukkan kemampuan tersebut untuk memperbesar peluang dapat kerja idaman.

Oleh karena itu, saat mengirimkan berkas lamaran kerja baiknya kita melampirkan sertifikat TOEFL dan sejenisnya.

Sertifikat TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah bukti kita memiliki kemampuan dalam berbahasa inggris. Sertifikat ini dikeluarkan ETS (Educational Testing Service) yang pusatnya berada di Amerika Serikat.

3. Workshop atau Seminar

Ketika masih kuliah, kita sering menemukan informasi mengenai workshop atau seminar yang diadakan oleh pihak kampus. Sebaiknya kita aktif untuk mengikuti seminar atau workshop tersebut.

Dengan begitu, kita akan mendapatkan ilmu dari para ahli yang mengisi seminar. Selain itu, kita akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa kita pernah mempelajari ilmu tersebut.

4. Brevet Pajak

Selanjutnya ada sertifikat pajak atau Brevet A dan B. Untuk mendapatkan sertifikat ini kita harus mengikuti kursus terlebih dahulu. Mempelajari semua materi yang berkaitan dengan pajak yang memang nggak sedikit.

Menurut cerita temanku saat bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Setelah resign dari kebun, dia ikut kursus perpajakan untuk mendapat Brevet A dan B.

Begitu dapat, dia lebih mudah mendapatkan pekerjaan di perusahaan gedhe lho. Sekarang dia bekerja di perusahaan Sampoerna di posisi Accounting bagian pajak.

5. Aneka Ragam Sertifikat Kursus Keahlian

Selain keahlian pajak, kita bisa mengikuti kursus keahlian lain kok. Misalnya kursus tentang komputer atau web developer gitu deh.

Kita bisa melampirkan sertifikat dari beragam kursus keahlian yang kita ikuti. Pastikan saja, keahlian tersebut relevan dengan pekerjaan yang ingin kita lamar ya.

Meski peluang bisnis kecantikan itu tinggi, tapi kalau kita melampirkan sertifikan Brevet A untuk melamar jadi therapist di salon kecantikan yo buat apa? Iya nggak?

Sebenarnya, nggak rumit kok memilih lampiran sertifikat pendukung lamaran kerja. Kita hanya perlu memastikan keahlian apa yang perusahaan butuhkan. Sehingga, kita perlu memilih sertifikat yang relevan dengan keahlian tersebut.

Semoga bermanfaat.

9 pemikiran pada “Cara Memilih dan Contoh Sertifikat Pendukung Lamaran Kerja”

  1. Sebagai orang yang dulu pernah bekerja di bidang personalia (HRD) memang benar, kadang nggak semua sertifikat yang kita miliki harus dilampirkan semua, karena kadang ada sertifikat yang nggak relevan dengan posisi pekerjaan yang kita lamar.

    Balas
  2. Iya memang kudu pintar memilah sertifikat apa yang perlu dimasukkan ke dalam berkas lamaran kerja soalnya banyak yang memasukkan sertifikat yang ngga nyambung dengan posisi yang dilamar ke dalam berkasnya ya

    Balas
  3. Ternyata sertifikat pendukung lamaran kerja itu penting banget ya apalagi relevan dengan kebutuhan posisi di tempat kerja yang ingin dilamar.

    Perlu di-notice banget buat pelamar kerja, terutama yang baru mau cari pekerjaan.

    Kalau Aku biasanya nyediain berangkas khusus sertifikat gitu mba biar pas mau lamar kerja, langsung sat set nggak perlu cari-cari lagi hoho.

    Balas
  4. Waahh jadi keingat dua puluhan tahun yang lalu ketika pengalaman hidup penuh dengan : melamar pekerjaan, hehehee… Perjuangan banget ya bisa nyantol lamarannya, bisa dipanggil aja dulu tuh udah alhamdulillah. Nah, bisa lanjut sampai tahap interview itu udah prestasi berikutnya sebelum akhirnya keterima bekerja.

    Balas

Tinggalkan komentar