Halo, Cuti Lovers. Gimana kabar kalian? Sudah siapin rencana buat cuti akhir tahun belum? Kalian udah tahu nggak sih? Ternyata, ada lho manfaat staycation untuk kesehatan mental.
Kadang, tuh ada masa-masa ketika rutinitas berjalan terlalu cepat. Sementara itu, tubuh dan pikiran kita rasanya kayak tertinggal begitu saja.
Kita mungkin pernah merasa hari-hari berlalu dengan ritme yang sama, tapi energi dalam diri perlahan menipis. Kita jadi semacam lelah dengan rutinitas yang begitu-gitu saja.
Terus, di tengah padatnya kesibukan, tiba-tiba kita butuh berhenti sejenak. Nggak perlu melakukan apapun. Hanya sekedar bersantai dan melakukan aktivitas sederhana yang telah lama tertunda.
Bukan karena ingin bermewah-mewahan juga ya. Tapi, lebih karena kita ingin bernapas lebih pelan, lebih sadar, dan lebih jujur pada diri sendiri.
Oleh karena itu, staycation hadir sebagai jeda kecil yang memberi ruang bagi kita untuk kembali mengenali apa yang lelah, apa yang butuh kita sembuhkan, dan apa yang bisa kita perbaiki dari dalam diri.
Memang sih bukan perjalanan jauh. Nggak bisa kita bilang sebagai petualangan besar juga. Yah, hanya sebuah langkah kecil untuk memberi hati kesempatan untuk pulih saja.
Daftar Isi
Kenapa Staycation Jadi Semakin Populer?
Cuti Lovers tahu nggak sih? Di tengah ritme hidup yang serba cepat, orang-orang tuh mulai mencari cara istirahat yang nggak merepotkan.
Nggak perlu banyak perencanaan. Nggak harus melakukan perjalanan jauh dengan segudang kebutuhan akomodasi. Sekedar mencari tempat berbeda untuk tinggal dengan nyaman, meski hanya sebentar.
Dari sanalah, banyak yang memulai dengan mengenal arti staycation. Sekedar liburan dekat rumah atau di dalam kota tanpa persiapan panjang.
Menurutku ya, konsep ini rasanya lebih masuk akal bagi kalian yang sedang butuh liburan, tapi hanya punya waktu atau energi yang terbatas.
Staycation menawarkan sesuatu yang nggak selalu bisa kita temukan pada liburan jauh. Ketenangan yang cepat kita raih tanpa drama perjalanan panjang.
Bisa kubilang, cara menikmati liburan yang sederhana, tapi mampu membangun ruang untuk bernapas yang sering hilang di hari-hari kita sibuk.
Hubungan Staycation dan Kesehatan Mental
Dalam psikologi modern, ada istilah psychological rest. Ini tuh istilah yang merujuk pada istirahat yang nggak hanya menenangkan tubuh, tapi juga memberi jarak pada pikiran dari rutinitas yang bikin kita tertekan.
Menariknya, staycation mampu menciptakan ruang yang kayak gitu. Soalnya, saat kita berada di tempat baru tapi tetap dekat, pikiran jadi lebih rileks.
Kita nggak merasa “harus menjelajah” seperti saat pergi jauh. Inilah alasan manfaat staycation untuk kesehatan mental mulai banyak dibahas.
Manfaat Staycation untuk Kesehatan Mental

Di balik momen sederhana saat memutuskan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, staycation menyimpan banyak ruang pemulihan yang sering luput dari pandangan.
Mulai dari suasana yang lebih tenang sampai kesempatan memberi perhatian penuh sama diri sendiri. Inilah sebagian manfaat staycation untuk kesehatan mental yang bikin kegiatan ini terasa begitu menyegarkan.
Terus, apa lagi sih manfaatnya?
1. Mengurangi Stres Harian
Staycation menawarkan jarak bagi kita dari segala rutinitas harian yang bikin puyeng kepala.
Dalam hal ini, notifikasi kerja mereda, kewajiban harian berhenti sejenak, dan tubuh kita nggak lagi berada dalam mode siaga. Semacam rileks gitu deh.
2. Mengisi Ulang Energi Emosional
Disadari atau nggak, perubahan suasana, meski jaraknya dekat, bisa membantu mood kembali stabil.
Rasanya tuh ada sesuatu yang bikin kita tenang dari kamar hotel yang rapi, wangi linen bersih, atau pemandangan baru dari jendela.
3. Lebih Mindful
Cuti Lovers pernah staycation ‘kan? Kalian pasti bisa merasakan bahwa staycation bikin kita memperhatikan hal-hal kecil yang selama ini terabaikan.
Aroma kopi pagi, suara AC yang menenangkan, atau cahaya lembut dari lampu kamar. Benar nggak?
4. Tidur Lebih Nyenyak
Nggak bisa kupungkiri, kadang segala rutinitas harian tuh bikin aku nggak punya waktu tidur yang berkualitas. Mau liburan pun, aku nggak punya waktu yang cukup.
Biasanya sih, aku bakalan cari hotel dalam kota saja. Terus menghabiskan waktu buat staycation di sana. Tahu nggak apa yang kudapat?
Lingkungan hotel yang sunyi bikin tubuhku jadi mudah beristirahat. Nggak perlu mikirin tumpukan cucian atau pekerjaan rumah, sehingga tidurku terasa lebih bikin aku pulih.
5. Mood Lebih Stabil dan Kreativitas Terpicu
Aku pernah berpikir kalau punya pekerjaan tuh maunya cepat kuberesin. Sayangnya, kerjaan kayak nggak ada habisnya. Bikin aku kayak nggak berhenti bekerja.
Kalau sudah begitu, kadang aku malah merasa nggak bisa berpikir dengan jernih. Ide terasa mampet. Boro-boro mikirin kreativitas. Yang ada pikiran lelah, Cuti Lovers.
Menariknya adalah jeda singkat malah bikin pikiranku jadi lebih jernih lho. Nggak heran kalau ada banyak orang yang begitu kembali dari staycation dengan ide-ide segar dan hati yang lebih ringan.
Staycation sebagai Bentuk Self-Care
Bagiku pribadi, staycation adalah kesempatan untuk balik ke dalam diri sendiri. Aku nggak perlu kegiatan heboh. Cukup dengan mandi air hangat, membaca sedikit, atau journaling pelan-pelan.
Yang penting aku merasa dengan sentuhan sederhana kayak begitu doang sudah bisa membuat tubuhku merasa dirangkul kembali. Bikin dia merasa nyaman lagi deh.
Di sela-sela itu, aku bisa mulai merencanakan hal sederhana, kayak cara memilih hotel untuk staycation, yang nantinya membantuku untuk menciptakan suasana tenang dan nyaman selama beristirahat.
Aktivitas Sederhana untuk Menenangkan Pikiran

Sebenarnya ya, ada banyak cara kecil yang mampu bikin staycation terasa lebih bermakna. Nggak perlu kegiatan yang rumit atau agenda yang penuh.
Kadang malah aktivitas sederhana yang bikin hati terasa lebih ringan dan pikiran jauh lebih lapang.
Biar lebih mudahnya, aku bakalan kasih rekomendasi beberapa hal kecil yang bisa kalian lakukan untuk benar-benar menikmati jeda ini, antara lain:
- Baca buku favorit, bisa buku tentang pengembangan diri, novel atau komik juga boleh.
- Nonton film sambil rebahan.
- Jalan santai di area sekitar hotel.
- Spa mini di kamar.
- Journaling reflektif.
- Stretching ringan.
- Digital detox selama beberapa jam.
Kalau ingin suasana yang berbeda, kalian juga bisa coba ide staycation di kota, misalnya hotel dekat taman, tempat dengan rooftop pool, atau kamar yang punya pemandangan city lights.
Agar Staycation Lebih Maksimal
Nggak usah aneh-aneh kalau pingin staycation lebih maksimal. Kalian tinggal pilih tempat yang menyenangkan dan sesuai sama vibe istirahat kalian.
Selain itu, kalian bisa siapkan barang yang perlu dibawa saat staycation, kayak skincare, buku, atau wewangian kecil yang bikin kamar terasa lebih personal.
Terus gimana yang pinginnya nggak merogoh kocek terlalu dalam? Gampang, Cuti Lovers. Ini tuh juga keinginanku lho.
Buat yang ingin lebih hemat, ada banyak tips staycation low budget, kayak memilih weekday, memanfaatkan promo aplikasi, atau menginap di guesthouse yang tenang tapi masih nyaman.
Bagi pecinta kesederhanaan, bisa banget mencoba staycation ala lifestyle minimalis, yang fokus pada esensi istirahat. Barang sedikit, agenda ringan, dan lebih banyak hening.
Staycation Bukan Sekadar Menginap
Cuti Lovers, staycation adalah cara lembut untuk memperlambat ritme hidup dan memberi tubuh ruang bernapas.
Nggak perlu perjalanan jauh untuk merasa pulih kok. Kadang, yang kita butuhkan hanyalah tempat baru yang dekat, waktu yang longgar, dan keberanian untuk berhenti sebentar.
Staycation bukan soal kemewahan, tapi soal merawat diri. Mengurangi stres. Mengisi ulang energi. Dan mengembalikan kita ke versi diri yang lebih jernih.






Staycation cara mudah untuk mereset dan mengisi ulang energi tanpa perlu mengeluarkan budget yang besar dan jarak yang jauh. Melepaskan diri sejenak dari rutinitas memang perlu, selainmengisi ulang energi, waktu yang cocok buat merefleksi kehidupan karena ssat saat itulah kita lepas dari rutinitas
Kalau anak liburan panjang, sesekali enak kita bawa staycation ya mba
Kalo staycationnya sendiri atau berdua seharusnya semua manfaat itu akan terasa ya mbak. Tapi kalau boyong bocil, itu sama dengan pindah rumah hahaha
Tapi setujuuu bangeeet, biar begitu staycation setidaknya mendapat suasana baru dan fresh
Terkadang staycation cuma pengen menikmati suasana kamar yang beda. Meskipun kamar di rumah sendiri juga nyaman. Tapi, sesekali butuh perubahan suasana. Trus seharian deh di kamar menikmati staycation.
Sepakat! Mari normalisasikan healing dengan staycation. Nikmati aja setiap momennya, mau rebahan aja sambil nonton movies, mau mandi air hangat, mau berenang santai, mau foto-foto atau sekedar duduk bengong di area outdoor udah sempurna buat aku.
Baca tulisannya bikin kepengen staycation lagi. Semua manfaatnya aku rasakan. Tapi satu aja yang gak bisa, tidur nyenyak. Huhu aku kalo staycation malah gak bisa tidur nyenyak. Gak tahu kenapa. Aku tipe orang yang kudu adaptasi dulu untuk bisa tidur nyenyak di satu tempat baru. Kalo beberapa hari staycationnya mungkin bisa. Jadi kalo cuma 1-2 hari, aku maksimalkan aja menikmati tempatnya. Tidurnya nanti di rumah aja. Hihihihi…
Sebagai seorang pejalan, staycation tuh obatnya jiwa banget deh. Meskipun pergi ke satu tempat/daerah dalam rangka pekerjaan, saya selalu menambah hari dengan staycation di tempat tersebut. 2 hari 1 malam aja cukup. Mengistirahatkan diri dan memberikan jiwa kesempatan untuk menikmati “sisi lain” saat bekerja jauh dari rumah. Dan we definitely deserve it. Jangan lupa “memanjakan” diri agar pikiran kita tetap waras dan fisik kita mendapatkan jatah untuk istirahat.
Buat sebagian besar orang, staycation bukan cuma ruang buat malas-malasan, tapi juga ruang mental yang penting di tengah hidup yang serba ngebut. Sesimpel mencium aroma linen bersih, kopi pagi, cahaya lampu kamar, itu aja udah healing banget buat aku pribadi mbak.
Iya nih mbak, aku juga berencana pengen staycation liburan ntar, nggak ke mana2 mungkin di dalam2 kota aja. Numpang pindah tidur hahaha 😛
Biasanya kalau dalam kota aja memilih hotel yang nggak jauh dari mall, trus yang fasilitas di hotelnya lengkap, ada gym, ada pool, juga playground bocah2.
Intinya mau menjauhi rutinitas sejenak biar bisa refresh pikiran sih yaaa.
Apa ini waktunya aku harus staycation?
Wahhh penat dan lelah lagi melanda berat melewati setahun yang berat dan keras
Stacation emangbpilihan buat recharge our life
dulu saya juga berpikir, ngapain sih tidur semalam di hotel?
Cape beres-beres bajunya, apalagi anak-anak udah gede
ternyata, (sesudah tanpa sengaja melakukannya) emang nyaman banget.
Untuk sejenak kita melupakan suasana rumah yang “sumur dapur kasur”, udah kita hafal banget
Aku setuju banget.
Banyak yang merasa : Iiih ngapain jugaaaa staycation – kayak kurang kerjaan atau kebanyakan uang atau apalah centil … hiks hiks .. padahal sesekali otak juga butuh release kan dari rutinitas. Staycation tuh, bujukannya manis: nggak perlu jauh-jauh sampai ribet packing atau cari tiket mahal. Tapi cukup dengan jeda singkat, suasana baru (meskipun dekat), dan ruang untuk bernapas.
Kata kamu, staycation bisa bantu kita “istirahat” nggak cuma fisik, tapi juga pikiran. Itu penting banget, apalagi kalau kita sering diserbu deadline, tanggung jawab kerja, atau sekadar rutinitas yang ngebuat mood kita blur. Rasanya seperti ngasih temen ke hati dan otak kita untuk recharge pelan-pelan, tanpa drama.
Aku suka bagian dimana kamu bilang bahwa staycation itu bukan soal kemewahan, melainkan “merawat diri.” Kadang kita lupa, hal sederhana — kopi pagi di kamar hotel, cahaya lampu redup, atau waktu santai tanpa notifikasi — bisa bikin kita merasa lebih rileks dan lebih “nyambung” sama diri sendiri.
Thanks banget sudah nulis artikel ini. Bagi aku, ini reminder halus bahwa self-care nggak selalu identik sama liburan heboh. Kadang, slow getaway dekat rumah aja udah cukup untuk bikin hati ringan.
Semoga makin banyak orang yang baca dan berani kasih kesempatan ke diri sendiri buat rehat — tanpa merasa bersalah.
Setuju banget sama poin-poinmu, Mbak Yuni. Kadang kita butuh jeda sejenak dari rutinitas agar pikiran dan hati bisa refresh. Terima kasih sudah ingetin kita pentingnya istirahat dan self-care. Semoga banyak yang ikutan untuk kasih hadiah kecil ke diri mereka sendiri seperti staycation setelah baca ini
Pas banget niiyh.. sebentar lagi anak-anak liburan. Recharge energi paling efektif banget emang si staycation iniih..
Hilang segala penat sejenak dan kemudian bisa segar kembali..
Setujuuu Staycation bukan soal kemewahan, tapi lebih ke relaksasi, ketenangan, waktu berkualitas (me time/bersama orang terdekat), dan melepas penat di lingkungan yang dekat, bisa di dalam kota atau dekat rumah