Objek Wisata Semarang yang Kukunjungi Saat Merantau di Sana

Aku tuh pernah lho merantau ke Semarang, Cuti Lovers. Meninggalkan rumah dan belajar hidup sendiri di kota orang. Sama kayak perantau lainnya, di akhir pekan atau cuti sebentar, aku bisa mengunjungi beberapa objek wisata Semarang.

Namanya merantau, jelas sekali aku nggak datang sebagai wisatawan. Tujuanku nggak bersenang-senang. Tapi, bekerja mencari cuan.

Meski cuaca di Kota Semarang tuh panas, aku nggak masalah sama sekali. Aku masih bisa beradaptasi dengan kehidupan di sana.

Awal-awal mah biasa ya. Rindu rumah. Homesick gitulah.

Lama-lama, Semarang mengajarkanku bahwa merantau bukan hanya tentang bertahan hidup. Tapi, gimana menemukan versi diriku yang lebih kuat.

Dan begitulah, perjalanan merantau-ku justru bikin aku bisa menjelajah banyak tempat wisata Semarang yang kini tersimpan rapi dalam kenangan.

Mau kuceritakan nggak, Cuti Lovers? Janji ya, baca ceritanya sampai habis!

Daftar Isi

Semarang di Mataku sebagai Anak Rantau

Aku nggak benar-benar sendiri sih di Semarang. Waktu itu, aku memang mendapat tawaran pekerjaan dari bos lamaku saat kerja di perkebunan kelapa sawit.

Kebetulan bidangnya masih sama di kebun sawit juga. Bedanya, kalau dulu kantor pusatnya di Jakarta dan kebunnya di Kalimantan. Sekarang, kantor pusatnya di Semarang dan kebunnya di Palembang.

Semarang memang nggak langsung bikin aku jatuh cinta. Cuacanya panas gitu. Kurang lebih sama-lah kayak di Madura. Tapi, lama-lama, aku merasa nyaman tinggal di sana.

Seenggaknya, aku berusaha untuk membuat diriku merasa nyaman. Sore hari pas pulang kerja, aku coba jalan santai, cari tempat makan baru, sampai window shopping di mall bareng teman se-kos.

Menariknya, kota ini tercatat dalam memoriku sebagai awal mula aku serius menekuni dunia blog.

Saat itu, aku merasa sebagai cewek aku nggak akan terus jadi budak corporate. Aku pasti akan menikah dan fokus sama keluarga. Jadi, aku mulai memikirkan apa yang bisa kulakukan untuk menghasilkan cuan tapi nggak mengabaikan keluargaku.

Sobatku menyarankan untuk membuat blog. ‘Kan lumayan, selain bisa kerja sama dengan brand, juga bisa jadi media untuk pemasaran afiliasi.

Ya udin, bikinlah blog personal. Seiring berjalannya waktu, aku mulai beternak blog. Salah satunya, yang lagi kalian baca ini. Blog yang fokus untuk membahas segala hal tentang cuti, termasuk tujuan cutinya.

Misalnya, mengunjungi beberapa objek wisata Semarang yang lagi viral gitu.

Objek Wisata Semarang yang Kukunjungi Saat Aku Merantau ke Sana

For your information saja nih, Cuti Lovers. Aku nggak mengunjungi semua tempat sekaligus.

Sebagian kudatangi saat pertama kali sampai di Semarang, sebelum mulai bekerja. Beberapa yang lain, kukunjungi secara bertahap. Entah itu saat akhir pekan atau sengaja cuti kala butuh waktu refreshing.

Yuk kita bahas tempat wisata Semarang yang bisa jadi tujuan menghabiskan masa cuti kalian!

1. Kota Lama Semarang, Tempat Pertama Aku Merasa Nggak Sendirian

Kota Lama Semarang

Kota Lama menjadi destinasi pertamaku kala pertama kali menginjakkan kaki di Semarang. Aku ke sana-nya bareng sama rekan kerjaku yang dari perusahaan lama.

Baca juga:  Wajib Tahu! Inilah Tempat Wisata Meditasi Terbaik di Dunia

Lokasinya ada di Jl. Letjen Suprapto, Tanjung Mas, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang. Aksesnya juga mudah. Dari stasiun Semarang Tawang cuma jalan kaki dan dekat juga sama jalan Pemuda.

Bangunan tua dengan nuansa Eropa membuatku betah berjalan lama tanpa tujuan. Di sinilah aku mulai terbiasa menikmati waktu sendirian.

Kawasan ini juga sering dijuluki Little Netherland dan sudah direvitalisasi jadi tujuan wisata sejarah dan budaya yang populer.

Di sekitar area ini aku juga mencoba lumpia Semarang dekat Klenteng yang rasanya selalu berhasil mengobati rasa rindu rumah.

Selain itu, sering kali aku hanya duduk di kafe kecil sambil membuka laptop, menulis artikel perjalanan, atau review produk untuk kepentingan affiliate marketing.

2. Lawang Sewu, Mengenal Cerita di Balik Kota

Di Semarang, aku kos di sekitar Pandanaran. Lokasinya, nggak jauh dari Lawang Sewu. Jadi, aku lumayan sering mengunjunginya.

Alamat Lawang Sewu berada di pusat Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kec. Semarang Tengah.

Daya tarik utamanya sih arsitektur kolonial yang megah dengan ribuan pintu/jendela, tur sejarah, dan spot fotografi.

Di sana, aku merasa lebih dekat sama sejarah Kota Semarang. Aku sering membayangkan gimana geliat bangunan ini di kala masa jayanya dulu.

Lorong panjangnya menghadirkan suasana reflektif. Aku berjalan pelan sambil berpikir bahwa setiap orang, termasuk perantau seperti aku, juga sedang menulis sejarahnya sendiri.

Eh, aku pernah mengunjunginya di malam hari. Lumayan menyeramkan sih. Apalagi kalau kalian sempat naik ke lantai dua.

3. Sam Poo Kong, Tempat Healing Favorit

Sam Poo Kong

Sam Poo Kong adalah kelenteng Tionghoa tertua yang ada di Semarang. Klenteng ini ada untuk menghormati Laksamana Cheng Ho.

Yang menarik adalah kelenteng ini menampilkan arsitektur megah perpaduan Tiongkok-Jawa serta patung Cheng Ho setinggi hampir 11 meter.

Alamat Sam Poo Kong di Jl. Simongan No. 129, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bukanya, mulai dari pukul delapan pagi sampai delapan malam.

Aku mengunjunginya saat pertama kali sampai di Kota ini dan beberapa kali bareng rekan kerja dari Palembang yang lagi dinas ke Semarang.

4. Simpang Lima Semarang, Teman Malam Anak Rantau

Simpang Lima adalah tempat paling sering kukunjungi. Biasanya sih, kalau pulang kerja habis lembur atau malam mingguan bareng rekan kerja atau teman se-kos-an.

Terletak di jantung Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan Kecamatan Semarang Selatan (Mugassari/Pleburan) dan Semarang Tengah (Karangkidul/Pekunden).

Lampu kota, suasana malam, dan keramaian orang bikin aku merasa ditemani.

Aku pernah nongkrong di sini, minum wedang ronde, dan menyaksikan orang-orang yang menghabiskan malam di Simpang Lima.

5. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Tempat Menenangkan Hati

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang ikonik ini lokasinya di Jl. Gajah Raya, Sambirejo, Kec. Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah 50166.

Baca juga:  5 Lokasi Indah Di Malaysia Yang Wajib Dikunjungi Penggemar Foto

Masjid ini terkenal dengan payung raksasa otomatisnya dan Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter. Konon kalau masuk menaranya ada tiket yang mesti kita bayar ya. Harga tiketnya cuma Rp. 7500.

Bukanya, pukul 04:00–21:00 WIB, dengan fasilitas museum, penginapan, dan area parkir luas.

Percaya deh, Cuti Lovers! Masjid Agung Jawa Tengah ini selalu jadi tempatku kembali saat hatiku terasa lelah.

6. Tugu Muda Semarang, Landmark yang Penuh Makna

Tugu Muda Semarang

Tugu Muda Semarang terletak di pusat kota, tepatnya di simpang lima jalan utama, yaitu Jl. Pemuda, Imam Bonjol, Pandanaran, dan Mgr Sugiyopranoto.

Monumen ikonik ini letaknya berseberangan langsung dengan Lawang Sewu dan dekat sama Museum Mandala Bhakti. Hal ini membuatnya jadi pusat sejarah yang mudah diakses.

Menariknya, tugu ini berdiri di tengah taman yang dikelilingi sama lampu indah dan sering jadi tempat wisata kota. Kalau pas ke Lawang Sewu, aku otomatis nengokin Tugu Muda.

7. Pagoda Avalokitesvara, Keindahan yang Nggak Terduga

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara memperlihatkan sisi lain Semarang yang penuh keberagaman.

Warnanya cerah dan arsitekturnya memukau. Tempat ini membuatku sadar bahwa kota ini menerima banyak cerita dan banyak latar belakang manusia.

Alamat Pagoda Avalokitesvara terletak di kompleks Vihara Buddhagaya Watugong, Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tingginya sekitar 45 meter bikin pagoda ini terkenal jadi salah satu pagoda tertinggi di Indonesia. Sebagai ikon religi, pagoda ini terbuka untuk umum.

8. Objek Wisata Goa Kreo, Pelarian ke Alam

Gua Kreo

Selama tinggal di Semarang, aku cuma pernah sekali berkunjung di Goa Kreo.

For your information aja nih ya, Cuti Lovers. Kalau mau ke sini, kalian mending bawa kendaraan pribadi dah. Entah itu, motor sewaan atau mobil. Kok gitu?

Soalnya, akses ke sini tuh sulit kalau naik angkutan umum. Mau naik ojek atau taksi online juga katanya sulit nyantol. Waktu itu, aku rental sepeda motor sama teman se-kos-ku.

Lokasi Goa Kreo terletak di Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Wisata alam yang terkenal dengan petilasan Sunan Kalijaga dan ratusan kera jinak ini berada di area perbukitan Gunung Kincing, dekat dengan Waduk Jatibarang, sekitar 13 km dari pusat Kota Semarang.

Daya tarik dari objek wisata Goa kreo, yaitu goa alam, hutan rindang, pemandangan Waduk Jatibarang, air terjun, dan kalian bisa berinteraksi dengan kera ekor panjang.

Umumnya buka setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIB dengan harga tiket yang terjangkau, yaitu sekitar Rp7.000 – Rp10.000 (harga bisa berubah).

Gua Kreo punya jembatan ikonik menuju area gua. Note dariku yang pernah sekali ke sini, buat kalian yang mau main ke Gua Kreo harus banget persiapan fisik ya.

Jalan dari tempat parkir ke Gua Kreo-nya tuh super duper melelahkan. Apalagi buat kalian yang nggak terbiasa jalan kaki.

9. Lisin Gedongsongo, Perjalanan yang Membuatku Lebih Berani

Lisin Gedongsongo

Aku sempat nggak enak hati gegara Lisin Gedongsongo. Waktu itu, aku baru masuk kerja. Rekan kerjaku divisi finance memutuskan berakhir pekan di sini. Dan aku nggak diajak.

Baca juga:  8 Objek Wisata Bangkalan-Sampang Di Jalur Utara Madura

Ya sudah. Aku pergi bareng sobatku yang kebetulan main ke Semarang saja.

Alamat lengkap Lisin gedongsongo di Jl. Ke Candi Gedong Songo, Krajan, Banyukuning, Kec. Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50614, Indonesia.

Objek wisata ini terletak di lereng Gunung Ungaran dengan jam operasional pukul 07.00–17.00 WIB.

Candi Gedong Songo menawarkan wisata sejarah dengan pemandangan alam, tempat foto, dan dekat sama area penginapan di Bandungan.

Aku menjadikan perjalanan ke Lisin Gedongsongo ini sebagai hadiah untuk diri sendiri.

Udara pegunungan yang dingin, jalan yang menanjak, dan pemandangan luas yang bikin aku merasa bebas.

Saat itu aku sadar bahwa merantau sudah mengubahku jadi pribadi yang lebih berani.

Selain Objek Wisata Semarang, Bisa juga Staycation di Hotel Saat Butuh Cuti

Saat merasa burnout, tapi malas kemana-mana, pilihanku jatuh ke staycation di hotel saja.

Ada banyak hotel di Semarang yang bisa jadi tujuannya. Tinggal, lakukan cara staycation di hotel sekalian sebagai bentuk self-reward sederhana.

Nggak harus mahal kok. Cukup kamar yang nyaman, WiFi stabil, dan bisa menikmati waktu untuk diri sendiri.

Sering kali staycation justru jadi waktu paling produktif buatku lho, Cuti Lovers.

Aku bisa menulis artikel untuk blog, mengatur konten, sampai mengoptimalkan strategi affiliate marketing yang perlahan mulai memberikan hasil.

Tips Traveling ke Objek Wisata Semarang Versi Cewek Perantau

Berikut beberapa tips traveling yang kupelajari selama tinggal di Semarang:

  • Gunakan transportasi online biar lebih praktis.
  • Datang pagi atau sore untuk menghindari panas.
  • Gunakan outfit yang nyaman dan tetap modest-friendly.
  • Jangan takut melakukan solo traveling.
  • Sisihkan waktu buat menikmati kota tanpa agenda apapun.

Semarang yang Selalu Kurindukan

Ketika masa merantau-ku selesai, aku menyadari bahwa Semarang telah meninggalkan jejak besar dalam hidupku.

Di kota ini aku belajar mandiri. Belajar berjalan sendirian. Belajar bekerja, menulis, dan bahkan mengenal dunia blogging serta affiliate marketing yang kini jadi bagian dari perjalanan finansial-ku.

Bagiku, Semarang bukan hanya sebagai kota persinggahan.

Ia adalah rumah kedua, tempatku yang seorang cewek berhijab pernah tumbuh, jatuh, bangkit, dan menemukan arah hidupnya. Dan mungkin suatu hari nanti, aku akan kembali.

Bukan sebagai perantau. Tapi sebagai seseorang yang ingin berterima kasih pada kota yang pernah mengajarkanku banyak hal.

Sudah dulu ya nostalgia-ku di beberapa objek wisata Semarang ini. Lain kali akan kuteruskan sama kuliner khas Semarang ya! Stay tune terus di blogku ya, Cuti Lovers!

Note: Semua gambar yang ada di artikel ini berasal dari Google User Content

Tinggalkan komentar