Bukan Cuma Soal Liburan, Pantai Juga Bisa Jadi Tempat Mencari Inspirasi

Aku adalah blogger Madura. Kalian ‘kan tahu sendiri, Madura tuh daerah pesisir. Bahkan, jarak dari rumahku ke pantai pun cukup dekat. Jalan kaki paling cuma 15 menitan doang.

Emang sedekat itu lho, Cuti Lovers. Saking dekatnya, suara ombak juga kedengaran kalau malam menjelang.

Meski begitu, pantai di dekat rumahku bukan yang biasa jadi tempat tujuan wisata sih. Nggak ada kuliner, wahana, apalagi cafe yang biasa ada di lokasi wisata.

Terus, apa yang menjadikannya istimewa?

Hmm. Jujurly, nggak ada yang istimewa sih. Pantai yang ada di dekat rumahku ya selayaknya pantai pada umumnya.

Ada ombaknya, pasirnya putih, juga karang-karang. Airnya pun bukan air yang warnanya biru bening menggoda kayak di Indonesia Bagian Timur.

Tapi, aku suka melakukan banyak aktivitas seru di pantai yang ada di dekat rumahku. Biasanya, aku ke sana pas pagi hari sebelum matahari terbit atau sore sebelum matahari terbenam.

Bahkan nih ya, aku punya spot khusus buat menyaksikan matahari terbit atau terbenam. Sekedar cari ide juga, aman lah buatku.

Makanya, aku menuliskan artikel ini bermaksud untuk membahas tentang aktivitas di pantai. Yang biasa kulakukan saat aku lagi suntuk atau butuh tempat untuk cari inspirasi gitu lah.

Cuti Lovers mau baca artikelnya ‘kan?

Daftar Isi

Aktivitas Di Pantai

As I said. Aku tuh blogger. Kadang kala ide munculnya kayak air bah. Nggak terbendung saking banyaknya. Tapi ya, sesekali aku kehabisan ide. Rasanya, kayak mentok dan nggak tahu mau menulis tentang apa.

Kalau sudah begitu, pantai sungguhan jadi pelarianku kala writers block sudah mulai pedekate padaku. Mana dekat ‘kan.

Angin pantai yang mengibarkan hijab dan rokku. Ombak yang membelai kakiku. Belum lagi, pasir putih yang lembut saat kupijak tanpa alas kaki. Pokoknya, cocoklah buat healing tipis-tipis.

Pertanyaan berikutnya adalah apa saja yang kulakukan di pantai untuk menghabiskan waktu?

1. Menyaksikan Aktivitas Nelayan yang Selalu Punya Cerita

Selayaknya daerah pesisir, tentu saja pekerjaan sebagian besar penduduknya adalah nelayan. Bapakku juga. Dulu pernah punya kapal. Tapi, sekarang sudah nggak lagi.

Baca juga:  Rekomendasi Tempat Glamping di Malang yang Mewah dan Asyik

Aktivitas nelayan tuh dimulai setelah subuh. Persiapan buat melaut, nungguin awak kapalnya masing-masing. Baru deh berangkat.

Sementara aku ke pantai biasanya sekitar jam lima pagi. Masih sempatlah memperhatikan aktivitas mereka. Dorong kapal, menyalakan mesin, lalu melaju ke tengah untuk kemudian cari spot untuk menebar jaring.

Yang kutahu, mereka nggak selalu bawa hasil laut yang melimpah. Kadang kala juga ada yang pulang tanpa membawa cukup banyak tangkapan. Hanya cukup untuk dibagi ke pemilik kapal dan crew-nya.

Apakah mereka menyerah?

Nggak dong. Besokannya, aktivitas yang sama kembali terulang. Kecuali, ada bagian lambung kapalnya yang perlu ditambal atau jaringnya yang butuh perbaikan. Baru dah tuh mereka nggak melaut.

Dari para nelayan itulah, aku belajar kerja keras, kesabaran, dan semangat untuk terus berusaha. Nggak peduli seberapa banyak hasil tangkapan, mereka akan terus berusaha lagi dan lagi. Masa iya, segini saja aku mau menyerah?

2. Piknik Ala-ala Bareng Teman atau Keluarga

aktivitas piknik di pantai

Jaman aku masih kuliah dulu, sahabatku pada pingin main ke rumah. Katanya mereka mau piknik ala-ala sambil main air laut gitu deh.

Ya sudah kubawalah mereka ke pantai yang ada di dekat rumahku. Nggak pakai parkir atau karcis masuk ke areal pantainya. Cukup waspada sama bawaan masing-masing saja, termasuk kendaraan.

Dari pagi, aku sudah memesan ikan untuk kami bakar-bakaran di pantai nanti. Sahabatku bawa cemilan favorit masing-masing. Begitu capek, kami bisa makan-makan deh.

Sampai saat ini, piknik ala-ala begini masih terus kulakukan sama keluarga dan teman-teman. Kami bawa makanan sendiri dari rumah.

3. Melihat Proses Pengolahan Hasil Laut

Sebenarnya, kalau di pantai yang dekat dari rumahku sih nggak banyak produk pengolahan hasil laut. Paling ya cuma pengeringan ikan. Sedangkan produk lainnya, kayak petis, persambalan, terasi, kerupuk, dan lain-lain mah adanya di rumah-rumah produksi.

Baca juga:  4 Usaha Sampingan Karyawan yang Mampu Meningkatkan Pendapatan

Akhir-akhir ini, orang-orang di desaku mulai kreatif. Kalau lagi musim ikan teri nasi, ada beberapa rumah produksi yang mengolahnya menjadi teri krispi.

Lagian, hasil laut di daerah rumahku ‘kan juga ada musimnya ya. Kadang musim ikan teri nasi, sesekali ikan teri yang agak besar itu, dan ada juga musim saat nelayan nggak bisa menangkap ikan di laut. Pas ombak lagi ganas-ganasnya.

Menurutku, kreativitas mereka mengolah hasil laut jadi sesuatu yang penting. Dengan begitu, hasil laut nggak hanya dijual dalam bentuk segar. Mereka juga bisa menjual produk olahannya. 

Selain itu, kalau hasil lautnya diolah lagi tuh daya simpannya jadi lebih lama. Andai kata musim ombak besar, mereka masih jualan produk pengolahan deh.

4. Menulis, Memotret, dan Mengumpulkan Ide di Tepi Pantai

aktivitas di pantai

Ini tuh aku lakukan kalau sudah mulai jenuh di rumah saja. Nggak perlu keluar duit buat ke cafe. Cukup jalan kaki sekitar 15 menitan saja dari rumah.

Bawa semua perlengkapan. Buku, alat tulis, ponsel untuk memotret, jurnal, atau kalau mau bawa laptop nggak masalah sih. Dengan catatan, baterai laptopnya masih kuat.

Di pantai, aku bisa me-refresh otak. Suara deburan ombak juga kadang malah mengundang kemunculan ide-ide lho. Intinya, para blogger, kayak aku, Travel Blogger Medan dan lainnya bisalah cari ide konten di pantai.

Ada banyak aktivitas seru di pantai yang bisa kalian lakukan berkaitan dengan poin ini, misalnya:

  • Menulis jurnal.
  • Menyusun ide artikel.
  • Bikin daftar konten.
  • Mengambil foto untuk bahan tulisan.
  • Bikin konten media sosial.
  • Dan lain-lain.

Bagiku, kalau cuma jenuh-jenuh sedikit mah nggak usah healing jauh-jauh. Gaskeun saja langsung ke pantai.

5. Belajar tentang Kehidupan dari Pantai yang Sederhana

Saking seringnya aku bermain ke pantai, kadang aku cuma main ke sana ya karena nggak punya tujuan. Nggak tahu juga mau ngapain. Secara otomatis, langkah kaki mengarah ke sana.

Baca juga:  Rekomendasi Tempat Glamping di Malang yang Mewah dan Asyik

Di pantai paling aku cuma duduk-duduk saja. Menganggap deburan ombak yang berkejaran ke pantai sebagai pemandangan yang biasa saja.

Padahal, sebenarnya ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari sana. Ambil contoh kehidupan nelayan. Pagi-pagi sekali, mereka sudah mulai beraktivitas. Berangkat ke laut untuk menangkap ikan.

Hasilnya juga belum tentu dapat berapa. Kadang aku malah sering mendapati nelayan yang pulang tanpa tangkapan apapun. Kupikir, mereka akan berhenti. Ternyata nggak.

Besoknya mereka berangkat lagi. Beneran definisi sabar dan konsisten sih mereka.

6. Main Air Laut

Dari bangsanya bocah sampai orang dewasa pasti berpikir kalau main air laut tuh seru. Adik bungsuku saja nih ya, tiap minggu pasti melakukan aktivitas seru di pantai bareng teman-temannya.

Mereka main bola terus lanjut berenang. Pulang-pulang sudah pada basah itu baju mereka. Semisal mau melakukan outdoor activity lainnya di pantai juga bisa kok.

Keponakanku juga begitu. Kalau pas mudik ke sini pasti mengajak main ke pantai. Main air laut sampai puas dia. Okelah. Main pasir juga.

Nggak Hanya Liburan, Pantai juga Bisa jadi Tempat Mencari Inspirasi

Pada akhirnya, kalau ngomongin soal pantai, aku nggak lagi menautkannya sebagai tempat liburan doang. Ada banyak hal yang bisa kulakukan di sana.

Aku sendiri pernah merasakan inspirasi yang datangnya di pantai. Malah bagiku, pantai menjadi tempat terbaik untuk membuang segala energi buruk.

Sekedar main air dan pasir di pantai juga oke sih. Coba deh! Kalau lagi suntuk atau jenuh, kalian lari ke pantai. Aku yakin kalian bisa menemukan aktivitas seru di pantai.

Sampai jumpa lagi di artikelku selanjutnya ya. Atau kalian mau baca artikel tentang apa? Tulis di kolom komentar ya!

Tinggalkan komentar