Cuti Lovers, semangat liburan boleh. Bikin itinerary, cari hotel yang nyaman, sampai berburu tiket promo juga nggak masalah.
Tapi, gimana cara menghitung budget liburan per hari juga perlu kalian pikirkan. Biar nggak kalap belanjanya.
Jangan cuma berpikir uang kalian masih banyak! Entar kalian bakalan sibuk mampir ke beberapa cafe, beli camilan khas daerah, dan tergoda masuk toko souvenir. Bahkan di hari pertama liburan.
Malamnya, saat rebahan di kamar hotel karena kelelahan dan cek saldo. Eh saldonya bikin meringis. Padahal, perjalanan liburan kalian masih beberapa hari lagi.
Sebenarnya, aku tuh cuma mau bilang kalau membawa uang banyak saat liburan tuh bukan apa-apa. Yang lebih penting adalah kalian tahu betul batas pengeluaran setiap harinya selama liburan.
Dengan begitu, kalian tetap bisa menikmati liburan tanpa ada rasa khawatir uang akan habis sebelum waktunya pulang.
Daftar Isi
Kenapa Budget Liburan Sering Jebol?
Selama ini banyak Cuti Lovers yang mengira penyebab budget liburan membengkak karena harga makanan yang mahal atau kalian terlalu banyak mengunjungi tempat wisata. Emang iya?
Nggak. Penyebab budget liburan jadi makin gedhe dari perkiraan sebenarnya jauh lebih sederhana. Misalnya:
1. Nggak Punya Batas Pengeluaran Harian
Mungkin kalian memang sudah menyiapkan sejumlah dana liburan. Biasanya, jumlahnya emang nggak sedikit. Lumayanlah kalau kataku.
Misal. Kalian dari awal sudah menyiapkan dana liburan sebesar katakanlah Rp4 juta. Jumlahnya emang cukup besar ‘kan? Makanya, kalian suka nggak mikirin lagi soal berapa batas dana harian saat liburan.
Yang kalian lupa, dana Rp4 juta untuk liburan itu bukan utuh buat belanja doangan. Masih ada transportasi, hotel, makan, tiket wisata, jajan, sampai beli oleh-oleh.
2. Terlalu Impulsif Saat Belanja

Yang paling bahaya di tempat wisata tuh pas sesi belanja.
Cuti Lovers, bayangin deh! Namanya tempat wisata pasti menyediakan banyak hal, mulai dari souvenir, makanan khas daerah, kaos dengan motif khas tempat wisatanya, dan barang-barang lucu lainnya.
Berhadapan sama semua hal itu, gimana bisa menahan coba? Pasti ada khilaf-nya. Lalu belanja barang-barang dengan impulsif deh. Kayak semua kudu kalian beli.
3. Nggak Mencatat Pengeluaran Selama Liburan
Ya elah. Siapa sih Cuti Lovers yang masih kepikiran mencatat pengeluaran selama liburan? Iya nggak?
Kalian pasti merasa dana liburan ya sudah sih habiskan pas liburan. Mana kepikiran, apakah semua dananya akan meng-cover kebutuhan sampai liburan berakhir?
Repotnya kalau kalian impulsif di hari pertama. Uang menipis padahal liburan kalian masih ada empat harian lagi.
Coba kalau kalian punya catatan pengeluaran! Minimal, kalian bisa nge-rem lah dikit-dikit kalau pengeluaran sudah mau over budget harian.
Selain itu, saranku sih kalian mulai lebih memperhatikan pos pengeluaran traveling yang sering terlupakan.
Ternyata ada banyak biaya kecil yang selama ini luput dari perhitungan. Meskipun kecil, nyatanya biaya-biaya ini cukup berpengaruh sama total budget liburan.
Cara Menghitung Budget Liburan per Hari
Sudah tahu ‘kan apa saja penyebab budget liburan sering membengkak? Apa lagi yang kurang? Yupz. Menghitung budget traveling hariannya.
Tenang saja! Caranya nggak ribet kok. Nggak butuh rumus yang rumit juga. Sederhana saja.
Kalian bisa melakukan langkah-langkah menghitung budget traveling sebagai berikut:
1. Tentukan Total Budget Liburan
Hal pertama sudah tentu kalian harus tahu dulu berapa total dana yang memang kalian siapkan untuk liburan. Dana ini bisa berasal dari:
- tabungan liburan,
- bonus kerja,
- THR,
- atau penghasilan lain yang memang sudah kalian alokasikan untuk traveling.
Usahakan pakai nominal yang benar-benar tersedia, bukan uang yang masih “berharap nanti ada”.
Misalnya, kalian sudah menyiapkan dana liburan sebesar Rp5 juta. Nah, angka inilah yang akan jadi dasar perhitungan berikutnya.
2. Kurangi dengan Biaya yang Sudah Pasti Kalian Bayar
Ingat ya, Cuti Lovers! Uang Rp5 juta yang kalian siapkan nggak semuanya untuk belanja dan jajan selama liburan.
Coba kurangi dulu sama biaya-biaya yang sudah pasti, misalnya:
- tiket pesawat atau kereta,
- hotel atau penginapan,
- sewa kendaraan,
- tiket atraksi yang sudah kalian pesan,
- atau biaya lain yang sudah kalian ketahui nominalnya.
Misalnya:
- Total budget: Rp5 juta
- Tiket PP: Rp1 juta
- Hotel: Rp1 juta 500 ribu
- Tiket atraksi: Rp500 ribu
Berarti sisa dana yang benar-benar bisa kalian gunakan selama perjalanan adalah Rp2 juta.
Dengan cara ini, kalian nggak akan keliru menganggap seluruh uang Rp5 juta tadi masih bebas kalian belanjakan.
3. Sisihkan Dana Darurat atau Dana Cadangan
Sebelum membagi sisa dana jadi budget harian, kalian juga perlu menyisihkan sebagian uang sebagai dana cadangan.
Alasannya sederhana. Saat traveling, nggak semua hal berjalan sesuai rencana kalian lho.
Bisa saja tiba-tiba hujan deras sehingga harus naik taksi daripada berjalan kaki. Atau mungkin tiket masuk objek wisata yang ternyata mengalami kenaikan harga.
Kalau semua uang langsung kalian bagi habis jadi budget harian, kondisi kayak gini bisa bikin pengeluaran jadi berantakan.
Kalau aku sih biasanya menyisihkan sekitar 10–20% dari total budget liburan. Kalian bisa sesuaikan dengan jenis perjalanan ya. Makin jauh destinasi atau semakin lama durasi liburan, menurutku dana cadangan juga sebaiknya lebih besar.
Anggap saja dana ini kayak payung. Semoga nggak perlu kalian pakai, tapi akan sangat membantu kalau ternyata kalian butuh.
4. Bagi Sisa Dana Sesuai Lama Liburan

Nah, setelah biaya tetap dan dana cadangan sudah kalian pisahkan, baru dah kalian bisa menghitung budget harian.
Rumusnya sederhana.
Budget harian = Sisa dana ÷ Lama liburan
Misalnya perhitungannya seperti ini.
- Total budget: Rp5 juta
- Tiket PP: Rp1 juta
- Hotel: Rp1 juta 500 ribu
- Tiket atraksi: Rp500 ribu
- Dana darurat: Rp500 ribu
Sisa dana yang bisa digunakan selama liburan adalah Rp1 juta 500ribu.
Kalau kalian berlibur selama 3 hari, berarti:
Rp1.500.000 ÷ 3 = Rp500.000 per hari.
Nominal Rp500 ribu inilah yang jadi panduan selama menikmati perjalanan.
Bukan berarti kalian harus menghabiskan uang sebanyak itu setiap hari. Justru kalau hari ini hanya menghabiskan Rp300 ribu, masih ada sisa Rp200 ribu yang bisa kalian gunakan di hari berikutnya.
Cara berpikir kayak gini bikin aku jauh lebih tenang. Aku jadi tahu kapan masih aman membeli oleh-oleh dan kapan sebaiknya menahan diri.
5. Sesuaikan Budget dengan Itinerary
Apakah budget harian harus selalu sama? Nggak harus sih. Kadang kebutuhan liburan per harinya bisa beda-beda. Tergantung itinerary saja.
Kalau memang butuh lebih banyak di hari pertama, ya nggak papa. Dengan catatan, kalian sesuaikan budget-nya di hari kedua atau ketiga.
Kalau dipaksakan sama rata setiap hari, hasilnya justru kurang fleksibel.
Sebagai contoh, pembagiannya bisa seperti ini.
| Hari | Budget |
| Hari pertama | Rp550.000 |
| Hari kedua | Rp450.000 |
| Hari ketiga | Rp500.000 |
Totalnya tetap sesuai anggaran, tetapi lebih realistis mengikuti rencana perjalanan.
Menurutku, cara ini jauh lebih nyaman ketimbang memaksakan nominal yang sama setiap hari.
Contoh Simulasi Menghitung Budget Liburan per Hari
Supaya lebih mudah untuk kalian bayangkan, yuk kita coba simulasi sederhana. Misalnya aku ingin liburan ke Yogyakarta selama tiga hari.
Dana yang sudah kalian tabung adalah Rp5 juta. Perkiraan pengeluarannya seperti ini.
| Keterangan | Nominal |
| Total budget | Rp5.000.000 |
| Tiket transportasi PP | Rp1.200.000 |
| Hotel | Rp1.500.000 |
| Dana cadangan | Rp500.000 |
| Sisa budget | Rp1.800.000 |
Karena liburannya berlangsung selama tiga hari, maka:
Rp1.800.000 ÷ 3 = Rp600.000 per hari.
Dengan mengetahui angka tersebut, kalian jadi punya batas pengeluaran yang jelas.
Kalau di satu tempat wisata tergoda membeli oleh-oleh lebih banyak dari rencana, kalian tahu konsekuensinya adalah harus sedikit berhemat di hari berikutnya.
Sebaliknya, kalau hari ini pengeluaran-nya lebih kecil, kalian bisa lebih leluasa menikmati kuliner atau mampir ke tempat wisata tambahan tanpa merasa bersalah.
Bagiku, budget harian bukan aturan yang membatasi kesenangan. Justru ini seperti kompas yang membantu supaya pengeluaran tetap berada di jalur yang sudah kalian rencanakan.
Tips Biar Nggak Kalap Belanja Saat Liburan
Apalah arti budget harian? Cuti Lovers pikir godaan belanja selama liburan langsung hilang begitu saja dengan adanya budget? Apalagi di tempat wisata yang lagi hits.
Melihat beragam kuliner, pusat oleh-oleh, atau barang-barang lucu sudah pasti bikin lapar mata. Iya nggak sih?
Tapi, Cuti Lovers tenang saja! Aku punya tips biar budget liburan per hari kalian nggak berantakan, yaitu:
1. Buat Wishlist Sebelum Berangkat
Mana sempat buat wishlist kalau mau liburan. Kebanyakan Cuti Lovers ‘kan pinginnya ada efek kejutan gitu pas traveling.
Cuma, nganu, agak susah mengendalikan rasa ingin belanja kalau nurutin keinginan.
Makanya,kataku sih mending kalian bikin wishlist dulu sebelum liburan. Kayak, mau beli apa saja, oleh-oleh buat siapa, dan lain-lain.
Jadi, pas melihat barang lain yang menarik, kalian bisa antisipasi. Ini nggak ada dalam list belanjaan. Bisa jadi oleh-oleh nggak nih? Atau cuma lapar mata doang?
Kupikir cara sederhana begini lumayan ampuh untuk mengurangi belanja impulsif.
2. Tentukan Batas Budget untuk Oleh-Oleh

Liburan atau traveling tuh emang identik banget sama oleh-oleh. Tapi, bukan berarti duit kalian full buat beli oleh-oleh doang.
Makanya, perlu ada batasan. Biar pengeluaran Cuti Lovers nggak membengkak.
Misalnya, kalian tentukan dulu anggaran khusus oleh-oleh sejak awal. Bisa Rp300 ribu atau Rp500ribu, tergantung total budget liburan kalian.
Begitu anggaran khusus oleh-oleh ini sudah habis, kalian harus berhenti dengan sadar. Biar nggak mengambil jatah dari budget liburan harian.
3. Hindari Belanja di Hari Pertama
Aku nggak tahu, ada nggak sih Cuti Lovers yang belanja oleh-oleh di hari pertama liburan? Kalau aku biasanya belanja tuh di hari terakhir.
Apapun, kalau Cuti Lovers tipe yang bisa belanja kapan saja, saranku mending jangan belanja oleh-oleh di hari pertama! Kenapa?
Kalau kalap, duit kalian bisa langsung habis di hari pertama. Berabe kalau liburan kalian masih panjang, ye ‘kan?
Mending mah nikmatin dulu destinasinya. Kunjungi dulu semua objek yang ada dalam itinerary kalian! Baru dah di hari terakhir liburan, kalian sempatkan diri buat belanja oleh-oleh.
4. Catat Pengeluaran Setiap Hari
Namanya pengeluaran liburan ya. Kadang ada saja rasa malasnya buat mencatat. Merasa duit itu memang khusus buat liburan yang kalau habis pun nggak masalah.
Tapi, kalian ‘kan juga harus memastikan budget liburan kalian cukup. Nggak harus mengambil jatah dari anggaran lain.
Makanya, mending pastikan diri kalian tahu berapa pengeluaran harian-nya. Sebelum tidur cek dulu pengeluaran hari itu.
Catat di ponsel kalian. Kalau memang sudah over budget hari itu, maka hari berikutnya harus ada penyesuaian.
5. Jangan Mudah Tergoda Promo
Promo itu menarik kalau pas barangnya memang kalian butuhkan. Minimal, kalian bisa menghemat anggaran.
Masalahnya, kalau promonya kalian gunakan sebagai aji mumpung saat membeli oleh-oleh yang bahaya. Ada kemungkinan kalian bisa kalap belanja.
Kesimpulan
Mungkin sebagian Cuti Lovers ada yang berpikir kalau liburan yang nyaman tuh ditentukan sama banyaknya uang yang kalian bawa.
Kenyataannya nggak begitu. Yang lebih penting justru gimana kalian mengelola budget liburan yang sudah kalian siapkan.
Cara menghitung budget liburan per hari bukan berarti membuat perjalanan kalian terasa kaku atau penuh aturan.
Sebaliknya, cara ini membantu kalian untuk menikmati setiap momen tanpa terus-menerus dihantui rasa khawatir uang akan habis sebelum liburan selesai.
Nggak masalah kalau suatu hari pengeluaran sedikit lebih besar, selama kalian sudah memahami batas anggaran secara keseluruhan.
Yang terpenting, setiap keputusan untuk makan, belanja, atau mencoba pengalaman baru kalian lakukan dengan sadar, bukan karena terbawa suasana.
Jadi, sebelum menyusun itinerary atau berburu tiket promo untuk liburan berikutnya, luangkan waktu sebentar untuk menghitung budget harian.
Percayalah, liburan akan terasa jauh lebih tenang ketika kalian tahu ke mana setiap rupiah akan kalian gunakan.





